Tentang Khotbah Terhubung Persembahan

Persembahkan Tubuhmu: Persembahan yang Hidup | Pastor Benjamin Robinson

27 September 2026 •44:53
0:00 44:53
Ayat Alkitab yang dirujuk5 bagian

Apa Artinya Benar-Benar Bergabung dengan Gereja?

Kebanyakan orang mengira bergabung dengan gereja berarti menandatangani kartu keanggotaan, mengikuti kelas perkenalan, atau datang setiap hari Minggu. Tetapi Pastor Benjamin Robinson menantang anggapan itu secara langsung dalam khotbah ini, bagian dari seri Ecclesia di Lineage Church — sebuah penjelajahan empat bagian tentang apa sebenarnya gereja itu, dan apa artinya sungguh-sungguh menjadi bagian darinya.

Jawabannya mungkin mengejutkan Anda: Anda tidak bisa bergabung dengan sesuatu yang tidak Anda pahami.

Gereja Adalah Sebuah Perhimpunan — Bukan Tempat yang Memiliki Perhimpunan

Kata ecclesia, istilah Yunani yang diterjemahkan "gereja" di sepanjang Perjanjian Baru, secara harfiah berarti perhimpunan. Dan perbedaan itu jauh lebih penting daripada yang kita sadari.

Ada perbedaan mendasar antara gereja yang memiliki perhimpunan dan gereja yang adalah perhimpunan. Kalau gereja hanya memiliki perhimpunan, maka berkumpul bersama cuma satu di antara sekian banyak fasilitas yang bisa dipilih — sesuatu yang Anda lakukan kalau sempat. Tetapi kalau gereja itu adalah perhimpunan, maka tidak hadir berarti Anda sebenarnya belum pernah benar-benar bergabung dengan gereja itu.

Ini bukan sekadar nuansa teologis kecil. Statistik menunjukkan bahwa rata-rata anggota gereja di Amerika yang percaya dan berkomitmen hanya menghadiri pertemuan gereja sekali dalam sebulan. Sekali. Angka itu menyiratkan sesuatu yang mengkhawatirkan: orang-orang Kristen di seluruh negeri diam-diam telah melepaskan nilai dari berhimpun bersama. Seperti kata Pastor Robinson, kita telah "menjadi serupa dengan pola dunia ini, bukannya diubahkan oleh pembaruan budi kita."

Yesus berkata, "Aku akan mendirikan jemaat-Ku" (Matius 16:18). Setiap kali Anda hadir dengan hati yang terbuka dan siap menerima dari Tuhan, Anda ikut ambil bagian dalam apa yang sedang Yesus bangun saat ini juga. Itu bukan hal yang boleh dianggap remeh.

Menjadikan Murid, Bukan Membangun Lembaga

Pada masa-masa awal Lineage Church, Pastor Robinson sangat mendambakan Tuhan menunjukkan kepadanya cara menumbuhkan gereja. Jawaban yang ia terima sederhana dan menjernihkan: "Aku yang mendirikan jemaat-Ku. Kamu yang menjadikan murid."

Pembagian tugas itu mengubah segalanya. Amanat Agung dalam Matius 28:19-20 memberi gereja mandat yang jelas — pergilah, baptislah, dan ajarlah orang untuk melakukan segala sesuatu yang Yesus perintahkan. Tujuannya bukan perluasan organisasi atau program yang mengesankan. Tujuannya adalah ketaatan. Dan Yesus sepenuhnya sanggup membangun jemaat-Nya ketika umat-Nya berfokus pada ketaatan itu.

Roma 12:1 — Lebih dari Sekadar Ayat Hafalan

Inti dari pesan ini datang dari salah satu bagian Perjanjian Baru yang paling dikenal:

"Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati." — Roma 12:1

Frasa karena itu memikul beban yang luar biasa besar dalam kalimat tersebut. Frasa itu menunjuk kembali kepada segala sesuatu yang telah Paulus bangun dalam Roma pasal 1 sampai 11 — murka Allah terhadap dosa, anugerah Allah yang dinyatakan dalam Yesus Kristus, pembenaran oleh iman, damai sejahtera dengan Allah, dan pengharapan yang menopang kita bahkan di tengah penderitaan. Setelah sebelas pasal fondasi teologis, Paulus tiba di sini: sekarang, berdasarkan semua itu, persembahkanlah tubuhmu kepada Allah.

Di sinilah kekristenan Amerika sering tersandung. Kita hidup dalam budaya yang cenderung menyamakan memahami sesuatu dengan sudah melakukannya. Kalau kita sudah mempelajari ibadah — kalau kita bisa membedah istilah-istilah Yunaninya, menelusuri latar belakang Perjanjian Lamanya, dan merumuskan teologinya — kita bisa pulang dari gereja dengan perasaan sudah beribadah padahal sebenarnya belum pernah benar-benar beribadah. Tetapi Paulus berkata dengan jelas: sasarannya bukan kecerdasan teologis. Sasarannya adalah tubuh yang diserahkan.

Persembahan yang Hidup: Mengapa Ini Lebih Sulit daripada Kedengarannya

Dalam Perjanjian Lama, mempersembahkan korban berarti membawa seekor binatang — yang memenuhi syarat-syarat tertentu — kepada imam, yang kemudian menyembelihnya, mengolahnya, dan meletakkannya di atas mezbah. Itu tindakan sekali jadi. Binatang itu tidak bangun lagi.

Tetapi Paulus memanggil kita menjadi persembahan yang hidup. Dan itu, seperti ditunjukkan Pastor Robinson, jauh lebih sulit. Anda harus terus menghidupi persembahan itu. Anda harus belajar meletakkan hal-hal di atas mezbah dan — inilah tantangan yang sesungguhnya — tidak mengambilnya kembali saat Anda melangkah keluar pintu.

Persembahan yang hidup menuntut penyerahan yang terus-menerus. Ini bukan satu momen komitmen yang dramatis. Ini tindakan ibadah yang harian dan nyata secara jasmani, yang terlihat dalam cara Anda memakai waktu, sumber daya, relasi, dan kehadiran fisik Anda — termasuk hadir dalam perhimpunan.

Sunat Hati: Kenyataan Perjanjian Baru

Untuk menggambarkan apa artinya "mempersembahkan tubuhmu" di bawah Perjanjian Lama, Pastor Robinson menguraikan praktik sunat. Setiap laki-laki yang ingin bergabung dengan umat perjanjian Israel — termasuk orang-orang non-Yahudi dewasa yang berpindah keyakinan, yang disebut proselit — diwajibkan disunat sebagai tanda jasmani bahwa ia milik Allah. Itu tindakan komitmen yang mahal dan nyata di tubuh.

Lalu Paulus datang ke sinagoge-sinagoge di seluruh dunia kuno dengan pengumuman yang boleh dibilang revolusioner: Anda tidak lagi memerlukan pembedahan jasmani itu. Perjanjian yang baru menuntut sunat hati — yang oleh Perjanjian Baru disebut pertobatan dan iman. Pertobatan bukan sekadar merasa bersalah atas dosa; itu perubahan pikiran dan arah hidup yang sungguh-sungguh. Dan iman adalah mempercayai Yesus sebagai penggenapan dari segala sesuatu yang ditunjuk oleh hukum Taurat.

Orang-orang "takut akan Allah" — bangsa-bangsa lain yang sudah yakin akan Allah Israel tetapi belum sepenuhnya masuk ke dalam perjanjian — akhirnya punya jalan masuk. Dan pintu yang sama itu masih terbuka sampai hari ini.

Seperti Apa Sebenarnya Mempersembahkan Tubuhmu Itu

Jadi, apa artinya ini secara praktis bagi pengikut Yesus hari ini?

Kemurahan Allah — pembenaran, damai sejahtera, pengharapan, kasih yang dicurahkan melalui Yesus Kristus — bukan sekadar doktrin yang perlu diamini. Semua itu justru alasan mengapa Paulus bisa memohon kepada kita untuk menyerahkan diri. Ketika Anda sungguh-sungguh menangkap apa yang Allah telah kerjakan bagi Anda di dalam Kristus, mempersembahkan tubuh Anda bukan lagi beban, melainkan tanggapan yang masuk akal dan penuh sukacita.

Gereja sedang dibangun. Pertanyaannya adalah: apakah Anda hadir untuk menjadi bagian di dalamnya?

Topik
Kembali ke semua khotbah