Tentang Khotbah Terhubung Persembahan

Gereja Adalah Persekutuan | Pastor Benjamin Robinson

4 Oktober 2026 •41:08
0:00 41:08
Ayat Alkitab yang dirujuk3 bagian

Persekutuan Lebih dari Sekadar Keripik dan Salsa

Kalau Anda pernah bertahan sebentar setelah ibadah untuk menikmati minuman dan kue kering, Anda sudah tahu apa yang terlintas di benak kebanyakan orang ketika mendengar kata "persekutuan." Namun menurut Pastor Benjamin Robinson dari Lineage Church di El Cerrito, CA, pemahaman populer itu baru menyentuh permukaannya saja—dan salah memahaminya membawa akibat nyata bagi cara kita hidup sebagai tubuh Kristus.

Pesan ini membuka sebuah seri baru tentang gereja sebagai persekutuan, melanjutkan pembahasan sebelumnya tentang gereja sebagai ecclesia—sebuah perhimpunan. Sama seperti gereja bukan sekadar memiliki perhimpunan (gereja adalah perhimpunan), gereja juga bukan sekadar memiliki persekutuan. Gereja adalah persekutuan. Perbedaan itu mengubah segalanya.

Apa Arti Koinonia Sesungguhnya

Kata Yunani di balik terjemahan "persekutuan" adalah koinonia. Kata ini muncul dalam 1 Yohanes 1:3, di mana Rasul Yohanes menulis:

"Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan sesungguhnya persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus."

Kata ini juga muncul dalam Kisah Para Rasul 2:42, yang menggambarkan jemaat mula-mula:

"Dan mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul, dalam persekutuan, dalam pemecahan roti, dan dalam doa."

Koinonia mengandung makna partisipasi bersama, kepemilikan bersama, dan tanggung jawab bersama. Ini bukan sekadar nongkrong santai. Ini adalah komitmen perjanjian. Untuk menjelaskannya, Pastor Robinson memakai sebuah perumpamaan sederhana: bayangkan dua orang membeli sebidang properti bersama-sama. Masing-masing menyetor 50% dari uang muka. Masing-masing menanggung pajak properti, biaya perawatan, dan segala tanggung jawabnya. Dan ketika properti itu terjual dengan keuntungan 75%, masing-masing ikut menikmati hasilnya.

Itulah koinonia. Visi bersama. Tanggung jawab bersama. Upah bersama.

Masalah muncul ketika seseorang hanya datang untuk menikmati hasilnya—barbekyunya, keripik dan salsanya, perayaannya—sementara bebannya sepenuhnya ditinggalkan kepada orang lain. Itu bukan persekutuan. Itu namanya menumpang gratis.

Komunitas vs. Persekutuan: Mengapa Perbedaannya Penting

Pastor Robinson berhati-hati untuk tidak meremehkan nilai kesenangan dan kebersamaan. Makan bersama, tertawa bersama, melakukan kegiatan yang Anda sukai bersama—semua itu bagian yang nyata dan diperlukan dalam kehidupan gereja. Komunitas itu penting.

Tetapi komunitas tanpa persekutuan menurunkan gereja menjadi sebuah klub Kristen—tempat orang-orang berlatar belakang agama berkumpul untuk menikmati kebersamaan satu sama lain. Gereja dipanggil kepada sesuatu yang lebih: gereja dimaksudkan menjadi pusat pemuridan.

Pusat pemuridan dibangun di atas investasi bersama dalam Firman Allah, dalam pertumbuhan rohani satu sama lain, dan dalam misi Kerajaan Allah. Ketika kita memperlakukan persekutuan tidak lebih dari sekadar kesenangan sosial, kita mengosongkan justru hal yang membuat gereja menjadi gereja.

Tiga Dimensi Persekutuan yang Sejati

Dari Kisah Para Rasul 2:42 dan 1 Yohanes 1, Pastor Robinson menguraikan tiga dimensi koinonia yang saling terkait:

1. Visi Bersama Pengajaran para rasul memberi gereja identitas dan arahnya—siapa yang Allah panggil untuk kita jadi bersama-sama. Persekutuan dimulai ketika anggota jemaat menerima dan merangkul visi itu sebagai visi mereka sendiri, bukan sekadar sesuatu yang dipikul oleh gembala.

2. Tanggung Jawab Bersama Jemaat mula-mula tidak hanya menyerap pengajaran dalam satu pertemuan besar lalu pulang. Kisah Para Rasul 2:42 menggambarkan mereka berkumpul setiap hari di pelataran Bait Allah, lalu berkumpul lagi dari rumah ke rumah. Dalam pertemuan-pertemuan kecil itulah mereka mengolah pengajaran itu bersama-sama—saling membagikan apa yang mereka dengar, apa yang mereka pahami, apa yang sedang mereka renungkan dari Kitab Suci.

Logikanya begitu kuat: kamu mendengar sesuatu dalam khotbah itu yang tidak aku dengar. Aku mungkin punya penyingkapan yang belum kamu terima. Ketika kita saling berbagi, kita menjadi jembatan bagi satu sama lain. Investasi timbal balik dalam Firman seperti itu adalah tanggung jawab yang tidak bisa dipikul sendirian. Itu membutuhkan persekutuan.

3. Upah Bersama Ketika sebuah komunitas berbagi visi dan tanggung jawab, komunitas itu juga akan ikut menikmati upahnya—dan upah itu luar biasa. Hidup-hidup yang diubahkan. Sebuah wilayah yang berubah oleh kuasa Allah. Roh Allah bergerak dengan cara yang hanya terjadi ketika sebuah umat benar-benar dipersatukan di sekitar maksud-Nya. Ada upah korporat yang lahir dari merangkul tanggung jawab korporat yang berakar pada visi korporat.

Kesaksian Yohanes dan Panggilan kepada Persekutuan

Pastor Robinson menarik sebuah kaitan yang mencolok antara Injil Yohanes dan 1 Yohanes. Injil itu dibuka dengan: "Pada mulanya adalah Firman." Surat yang pertama dibuka dengan: "Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami."

Penulis yang sama. Pokok yang sama. Tetapi perhatikan pergeserannya: Yohanes beranjak dari memberitakan Firman yang kekal kepada menggambarkan persekutuan yang utuh dan nyata secara jasmani dengan Firman yang telah menjadi manusia itu. Selama tiga tahun, para rasul berjalan bersama Yesus—makan bersama-Nya, mendengarkan Dia, menyaksikan Dia menyembuhkan, mengajar, dan bangkit dari antara orang mati. Pengalaman yang intim, mahal harganya, dan mengubahkan karena bersama Yesus itulah dasar dari segala persekutuan Kristen.

Koinonia yang sejati mengalir dari relasi vertikal itu—persekutuan kita dengan Bapa dan dengan Anak-Nya—lalu merentang secara horizontal ke dalam kehidupan bersama kita sebagai gereja. Keduanya tidak bisa dipisahkan.

Apa Artinya Ini bagi Anda

Jika selama ini Anda datang untuk menikmati manfaat sosial dari gereja sambil berdiri di pinggir lapangan misinya, pesan ini adalah undangan untuk melangkah ke dalam sesuatu yang lebih dalam. Persekutuan bukanlah sikap pasif. Ia menuntut sesuatu dari Anda.

Keripik dan salsanya akan tetap ada. Tetapi rasanya jauh lebih nikmat ketika semua itu merayakan sesuatu yang benar-benar Anda bantu bangun.

Renungan Penutup

Gereja bukanlah tempat yang Anda datangi. Gereja adalah persekutuan yang Anda ikut miliki—dengan tanggung jawabnya, dengan visinya, dan dengan upah yang tidak mungkin dialami seorang diri. Seperti yang 1 Yohanes 1:3 ingatkan kepada kita, persekutuan ini pada akhirnya adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus. Segala sesuatu yang lain mengalir dari sana.

Topik
Kembali ke semua khotbah